
Bunga yang selalu segar di mata orang
hari ini dia muram
hari ini dia layu
hatinya mati
jiwanya mati
seolah-olah tiada pengharapan lagi baginya
seolah-olah tiada bahagia lagi baginya.

Bunga yang selalu segar di mata orang
hari ini dia muram
hari ini dia layu
hatinya mati
jiwanya mati
seolah-olah tiada pengharapan lagi baginya
seolah-olah tiada bahagia lagi baginya.

Orang tertanya-tanya
Mengapa...?
Kenapa di saat kita bercerita tentang Rasulullah
Ada yang berduka
Ada yang menangis hiba?

Suara hati sepi tidak lagi berbunyi
Igauan mimpi ngeri seiring dalam selari
Berlalu ketika rindu tidak bertemu
Sendiri, sedang ia jauh berbatu.

Benar,
Setiap orang pernah melakukan kesalahan.
Tetapi salah jika kita tidak pernah cuba membetulkannya
dan masih mengulanginya.

"Pada hari itu sahabat-sahabat karib: setengahnya akan menjadi musuh kepada setengahnya yang lain, kecuali orang-orang yang persahabatannya berdasarkan taqwa (iman dan amal soleh)." (Surah az-Zukhruf, ayat 67)

Allah, Allah Allah,
Inginku ulang beribu kali nama indah-Mu itu.
Menangisku ku di hamparan penuh syahdu,
Air mata mengalir laju,
Tubuhku lesu, diamku bisu
Cuma esakan memecah hening malam sepi
Bertapaku sendiri,
Ya Allah,
Betapa ku sedar diri ini,
Hati penuh selut dosa,
Dek perbuatan sia-sia,
Penuh maksiat dalam bahagia,
Penuh alpa dalam dunia sementara,

I tried to write You a love song
But it was taking too long
No words, no sound can express
My love for You I'm trying to profess

Hadirmu
Disambut dengan penuh riang-ria
Diraikan oleh mereka yang sentiasa
Mengucapkan syukur pada pencipta-NYA
Tanpa rasa duka dan sengsara

Terlalu lama ku pendam itu
Tiada siapa yang pernah tahu
Hanya Allah yang satu
Saat siang malam bersilih ku mengaduÂ
Pada mereka, tiada seorang pun yang mengenaliku

Saat ujian demi ujian
Berbaris menunggu giliran
Saat getir dan peritnya sebuah dugaan
Dan saat itulah aku sukar menerima keadaan