
"Hidup manusia bagai tersesat di hutan belukar yang penuh dengan onak dan duri, walau pedih dan bercalar, namun harus direntasi juga untuk kita temui jalan keluarnya"

"Hidup manusia bagai tersesat di hutan belukar yang penuh dengan onak dan duri, walau pedih dan bercalar, namun harus direntasi juga untuk kita temui jalan keluarnya"

' Ya Allah... Hari-hari yang aku lalui semakin mencabar. Sungguh mencabar.. Acapkali ku bisikkan,
"Mampukah aku menetapkan prinsipku?"
"Mampukah aku untuk terus berdiri teguh di atas landasan yang bengkok?"
"Mampukah aku??"

Merenung ke luar jendela sambil melihat kebesaran ciptaan Allah. Titisan hujan masih lagi turun membasahi bumi. Kopi 'o' panas di dalam cawan aku teguk perlahan. Akhbar di atas meja aku capai. Mula mencari berita yang boleh memberi ilham untuk aku berkarya. Mata aku tertancap pada satu berita. Berita yang sudah banyak kali terpapar di dada akhbar, television, radio, majalah dan entah apa media lagi.

"Akh, biar apa pun yang terjadi, ana tetap bersama antum."
"Ana harap, ana dapat ikut usrah dengan akhi sampai bila-bila."
"Ana harap akhi akan terus membimbing ana."
"Akhi, kalau ana keluar dari jalan dakwah, tolong tampar ana sampai ana sedar."

Petang itu hujan agak lebat ketika dalam perjalanan pulang dari kuliah. Saya memberhentikan kereta, singgah disebuah kedai buku. Melihat keadaan hujan yang semakin lebat menjadikan saya begitu leka membaca. Tertarik pada tajuk sebuah artikel dalam majalah yang sedang saya belek.

Alhamdulillah... Hanya perkataan itu yang mampu aku ucapkan.. Sujud 1000 tahun pun tidak cukup atas nikmat yang tak ternilai ini.. Terima kasih ya Allah atas hidayah yang tidak terhingga ini. Sungguh Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kau menciptakan aku dengan limpahan kasih sayangMu. Bergenang air mataku di saat aku melabuhkan tirai hari yang dilalui pabila aku terfikirkanMu. Penat..penat sungguh. Saban hari yang dilalui kadangkala membuat aku tergelincir dari landasanMu. Bukan aku sengaja tapi kadangkala aku pun tidak mengerti akan diriku ini.

Night time was something magical. A quiet moment of the day. Everything seemed to be still, frozen as if nothing else existed. Often it's a time of rest for people. But some rise in the night to relish in the serenity it had. Those that do take this time to reflect on the day's happenings. It's at these times the person starts thinking of where he had been and look forward to what's coming.

Ketika bertemu seseorang, riak wajahnya terlebih dahulu terpancar. Sekiranya yang ditemui sedang menangis, kita pasti akan mengatakan bahawa orang itu sedang bersedih. Jika orang itu sedang ketawa, tentu sekali akan dikatakan dia sedang gembira. Hebat sekali Allah ciptakan komunikasi perasaan.