"Cintaku bukan di atas kertas, cintaku getaran yang sama,
tak perlu dipaksa, tak perlu dicari,
kerna ku yakin ada jawabnya."
Tutuplah kelopak mata dan selamilah pengertian sedalam lautan kalimah Cinta. Dengarkanlah setiap rentak dalam nalurimu apabila ungkapan romantis Cinta dituturkan, saat tangis seakan gerimis, saat jiwa seakan berduka dan saat hati seakan sunyi. Benarkah kata orang Cinta tidak punya mata tetapi hanya ada hati.
Angin subuh menyapa. Amat dingin. Kedinginan itu membuatkan kedamaian menyirami nurani. Kedengaran bisikan ombak yang tidak pernah henti menghiasi alam, seakan-akan tidak pernah lelah mengabdikan diri untuk bertasbih memanjatkan pujian kepada Allah yang Maha Esa. Walaupun dalam gelap, keindahan ciptaan Allah masih mampu dinikmati..
Dulu, saya nak cepat-cepat jadi dewasa..
Aku sering memandang ke luar jendela.
Saya ingin berkongsi satu cerita. Ia berkaitan dengan rezeki yang Allah rancang untuk kita.
Alhamdullillah dan syukur dengan segala kurniaan hari dan nafas yang diberikan dan dipinjamkan kepada aku oleh Allah SWT. Akhirnya tergerak untuk aku menulis cerita dan kisah yang berlaku dalam hidup aku sama ada terancang dan adakalanya tanpa diduga datangnya. Semuanya telah menjadi ketentuan Ilahi. Setiap detik yang berlalu adalah berharga dan memberikan kita kesempatan untuk hidup di muka bumi Allah ini. Sebagai insan yang diberikan kudrat yang tidak seberapa sempurna, haruslah aku bersyukur dengan segala yang telah dikurniakan oleh Allah kepada ku.
Aku berasal dari keluarga yang serba sederhana.
Emak melabuhkan tirai pada daun tingkap di kampung. Aku terdengar bunyi tingkap ditutup. Aku hanya dapat berhubung dengan emak menggunakan panggilan telefon. Jarak yang sangat jauh membataskan perjumpaan kami.
"I noticed you did not shake hands with guys", sapa Sian Hodgson berketurunan Welsh, kawan sekuliah saya.